Reporter

CARA atau pola kerja reporter radio itu pada dasarnya sama saja dengan reporter media lainnya, dalam hal “cover news stories” (meliput berita). Pembeda utamanya, reporter radio –seperti halnya reporter televisi– harus memiliki suara bagus (good sound). Untuk reporter radio, “tampang” tidak penting, karena yang mereka “tunjukkan” ke pendengar hanya suara, bukan wajah. Beda dengan reporter televisi yang harus “good looking”, “good picture”, atau populer disebut “camera face” (wajah kamera?).

Reporter radio harus bisa menemukan suara yang mengilustrasikan cerita, seperti rekaman wawancara, suara suasana live dari konferensi pers, efek suara (sound effect), dan sebagainya. Suara-suara itu akan menjadi pelengkap cerita. Tugas Anda sebagai reporter radio antara lain membuat pendengar merasakan suasana seperti yang Anda rasakan.

Poin lainnya adalah menjadikan radio sebagai “media instan” yang mampu menyampaikan berita kapan saja, di mana saja, dan dari sumber mana pun! Anda tinggal memerlukan sambungan telepon untuk wawancara narasumber di mana pun di berbagai belahan dunia.

Itu artinya, laporan berita Anda per jam dapat di-update dengan banyak cara yang bagi reporter televisi dan media cetak lebih sulit melakukannya. Suratkabar harus menunggu hari berikutnya untuk update berita. Televisi harus menunggu gambar yang bagus untuk bisa ditayangkan. Reporter radio? Cukup dengan suara!

Penulis Naskah

Script Writer, sesuai dengan artinya, adalah ornag yang bertugas menulis naskah siaran untuk dibacakan oeh penyiar. Secara umum, deskripsi tugasnya adalah memuat naskah siaran yang dibutuhkan selama program acara radio berlangsung. Sebagai contoh, dalam proram acara musik, script writer yang bertugas mencari dan menulis informasi tentang profil artis atau musisi yang lagunya di putar, informasi album baru dari sang artis atau musisi. Untuk program teknologi misalnya, sang scriptwriter juga membuat informasi mengenai teknologi. Begitu pula untuk program kesehatan, scriptwriter harus menulis informasi seputar kesehatan. Pendeknya, scriptwriter bertugas menulis naskah yang dibutuhkan sesuai dengan program acara yang berlangsung.

Bukan hanya bertugas menulis beragam informasi, scriptwriter juga bertugas membuat naskah iklan, baik iklan yang dibacakan penyiar secara langsung (adlibs) atau membuat iklan yang di rekam (spot). Ada kalanya, seorang scriptwriter juga seorang produser acara dari program acar ayang dia buat. Dia tidak hanya menulis naskah – naskah siaran yang dibutuhkan selama siaran berlangsung, tetapi juga merancang suatu program acara radio.

Di dunia radio, peran scriptwriter itu penting. Bahkan ad ayang mengatakan kalau perannya sama dengan penyiar radio dalam hal menghidupkan sebuah acara. Bedanya, penyiar berkomunikasi langsung dengan pendengar, sedangkan scriptwriter memberikan hiburan dan informasi kepada pendengar melalui tulisan-tulisannya.

Produser Radio

Produser bertanggung jawab dalam menyajikan sebuah show atau acara radio untuk pendengar.  Peran produser dalam kesuksesan sebuah acara cukup besar.  Tanggung jawabnya meliputi:

  1. Memastikan tersedianya materi siaran, mulai dari rundown acara, rencana acara, lagu, hingga berbagai kelengkapan siaran seperti gimmick acara.
  2. Melakukan briefing kepada semua peserta show, mulai dari penyiar, tamu, hingga operator.
  3. Eksekusi acara sesuai rencana.  Termasuk di dalamnya adalah memantau flow acara, sekaligus mengarahkan apa yang harus dilakukan oleh para pengisi atau pendukung acara.
  4. Melakukan evaluasi terhadap acara yang telah selesai dieksekusi, untuk perbaikan di kesempatan berikutnya.

Penyiar Radio (Broadcaster)

Penyiar merupakan ujung tombak dari sebuah radio.  Semua yang disampaikan seorang penyiar menjadi representasi dari radio itu sendiri.  Ini disebabkan karena penyiar mempunyai peran sebagai penghibur, pemberi informasi, bahkan sahabat yang memiliki pengetahuan luas.

Seorang penyiar harus memiliki kualitas vokal yang memadai.  Mutlak bagi seorang penyiar untuk dapat menampilkan suara yang ‘menyenangkan’.  Suara yang menyenangkan dapat dimiliki dengan menguasai teknik announcing skill, seperti artikulasi, intonasi, dan aksentuasi.

Selain musikalitas yang baik, seorang penyiar juga dituntut untuk memiliki wawasan yang luas.  Hal ini menjadi penting karena penyiar harus berkomunikasi dengan pendengar melalui rangkaian informasi yang disampaikan.

Terakhir, seorang penyiar juga diharapkan memiliki air personality atau kepribadian yang menyenangkan.  Kepribadian ini lah yang nantinya akan menjadi daya jual dan membedakan seorang penyiar dari yang lainnya.